Jumat, 24 Juli 2009

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

Unsur Intrinsik karya sastra adalah:

1. Tema
Inti cerita atau pokok pikiran sebuah karya sastra
Tema ada dua jenis:

a. Tema Tradisional

Tema tradisional masih memakai tema-tema yang umum yang sudah biasa didengar (klasik)

contoh:

Kebenaran selalu menang

akhir cerita yang bahagia


b. Tema Modern

Tema modern sudah tidak memakai tema-tema yang umum.

contoh:

yang benar tidak selalu menang

akhir cerita tidak selalu bahagia


2. Tokoh/Penokohan

Tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah cerita beserta wataknya
Berdasarkan sifatnya tokoh dibagi menjadi dua:

a. Protagonis
Tokoh yang mempunyai sifat baik

b. Antagonis
Tokoh yang mempunyai sifat jahat

Berdasarkan keutamaannya tokoh dibagi menjadi dua:
a. Pelaku utama


Tokoh yang dipentingkan atau yang menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah cerita



b. Pemeran pembantu


Tokoh yang tidak begitu dipentingkan dan tidak menjadi pokok pembicaraan dalam sebuah cerita. Namun berperan untuk mendukung tokoh utama.


3. Latar/Setting
Latar terjadinya sebuah cerita

a. Latar Tempat

tempat terjadinya sebuah cerita
contoh: di sekolah, di pasar, di dapur, di kamar

b. Latar waktu

waktu terjadinya sebuah peristiwa
contoh: tahun, tanggal, hari, jam, pagi, siang atau malam

c. Latar sosial

Kehidupan yang diangkat dalam sebuah cerita
contoh: kehidupan orang berada, orang miskin, orang yang tinggal di kolong jembatan


4. Alur/Plot

Alur adalah jalan cerita
Alur dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Alur maju
dalam alur maju cerita berjalan sesuai dengan urutan waktu
b. Alur mundur
dalam alur mundur cerita bergerak mundur ke masa yang telah berlalu (flash back)
c. Alur campuran
dalam alur campuran jalan cerita berjalan maju tetapi sesekali berjalan mundur ke masa yang lalu.

Jenis alur berdasarkan akhir dari cerita:

1. Alur terbuka

Cerita dengan alur terbuka membiarkan pembaca menyimpulkan sendiri akhir dari cerita.

hal ini membuat pembaca lebih berekspresi dan berimajinasi.

2.Alur tertutup

Cerita dengan alur tertutup penulis langsung menutup akhir cerita yang tidah bisa diubah oleh pembaca.

Tahapan Alur:

1. Eksposisi

Pemaparan, pengenalan cerita

2. Komplikasi

Gejala awal terjadinya konflik

3. Klimaks

Terjadinya konflik

4. Antiklimaks

Penurunan konflik

5. Resolusi

Penyelesaian masalah

6. Konklusi

Akhir cerita
5. Sudut Pandang (point of view)
Sudut pandang adalah cara pengarang menceritakan tokohnya

Jenis-jenis sudut pandang:
1. Orang pertama pelaku utama
Pengarang menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita. Biasanya pengarang menggunakan kata aku atau saya
2. Orang pertama pelaku sampingan
Pengarang tidak menjadi tokoh utama dalam sebuah cerita, namun pengarang ada dalam cerita tersebut. Yang menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut adalah orang di sekitar pengarang. biasanya ada kaitannya dengan pengarang.
3. Orang ketiga serba tahu


Pengarang tidak ada dalam sebuah cerita. Namun pengarang seolah-olah tahu yang terjadi dalam sebuah cerita.
4 Orang ketiga terbatas


Pengarang tidak ada dalam sebuah cerita. Pengarang seolah-olah tidak tau yang akan terjadi dalam sebuah cerita.
5. Campuran


Gabungan dari dua atau lebih sudut pandang

6. Amanat/pesan yang terkandung


Amanat atau pesan yang dapat diambil dari sebuah cerita


Jenis amanat:


a. Eksplisit


Amanat benar-benar ditulis dalam sebuah cerita sehingga pembaca tidak perlu berpikir lagi untuk mencari amanat yang terkandung dalam sebuah cerita.


b. Implisit
Amanat tidak ditulis oleh pengarang dalam sebuah cerita sehingga pembaca perlu berpikir lagi, memahami sebuah cerita sehingga menemukan sendiri amanat yang terkandung dalam sebuah cerita.

Unsur Ekstrinsik karya sastra adalah unsur-unsur yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah karya sastra.

Unsur Ekstrinsik karya sastra tersebut diantaranya:
1. Latar belakang pengarang

Biografi pengarang, kejadian-kejadian yang dialami pengarang
2. Sosial

Kehidupan masyarakat tempat terbentuknya sebuah karya sastra
3. Ekonomi

Keadaan ekonomi pada saat terbentuknya karya sastra
4. Politik

Keadaan politik pada saat terbentuknya karya sastra
5. Budaya

Keadaan budaya di tempat terbentuknya sebuah karya sastra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar